
Incar Oscar dan Box Office, Rebutan Rilis Film saat Desember
LOS ANGELES - Produser film Hollywood ramai-ramai memanfaatkan momen Natal dan tahun baru untuk merilis film terbaru mereka. Setidaknya, enam film ditayangkan pada waktu bersamaan. Sebagian besar memilih tema serupa. Yakni, kehidupan ketika Nazi berkuasa di Jerman.
Yang sekarang tayang adalah The Boy in the Striped Pyjamas. Film itu menceritakan persahabatan terlarang antara putra tentara Nazi dan bocah Yahudi yang dipenjara di kamp konsentrasi. Ada pula The Reader yang dibintangi Kate Winslet. Dia berperan sebagai mantan sipir kamp konsentrasi yang disidang setelah perang.
Juga ada Adam Resurrected. Film itu bercerita tentang pria yang selamat dari Holocaust dan tinggal di panti rehabilitasi mental. Selain itu, ada Valkyrie yang menceritakan tentara Jerman (diperankan Tom Cruise) yang ingin membunuh Hitler.
Dua film lain yang diputar pada malam tahun baru juga bertema Nazi. Ada Defiance yang dibintangi Daniel Craig dan Liev Schreiber. Mereka menjadi saudara yang bergerilya memerangi Nazi.
Namun, ada juga film dengan tema lebih ringan. Misalnya, Marley & Me, The Curious Case of Benjamin Button, dan Bedtime Stories yang dibintangi Adam Sandler (selengkapnya lihat grafis, Red).
Pilihan tema film yang diputar akhir tahun ini cukup mengejutkan. Sebab, momen Natal dan tahun baru yang biasanya diisi keceriaan kini diwarnai sisi kelam kemanusiaan. Namun, ada perhitungan lain di balik pemilihan tema itu.
"Alasan utama adalah penghargaan. Mereka ingin mengejar Piala Oscar," kata Paul Dergarabedian, presiden Media By Numbers, salah satu media yang mengalkulasi box office. Academy Awards yang memperebutkan Piala Oscar dijadwalkan berlangsung pada 22 Februari 2009.
Hal serupa pernah terjadi puluhan tahun lalu. Misalnya, Sophie's Choice yang dirilis Desember 1982. Film itu masuk lima kategori dalam nomine Oscar dan membawa pulang satu di antaranya. Lalu, Schindler's List yang dinominasikan untuk 12 katogeri dan memenangkan tujuh. Film tersebut dirilis Desember 1993.
Ada pula alasan ekonomi terkait banyaknya produser yang merilis film saat akhir tahun. "Akhir tahun adalah salah satu masa terbaik untuk mendulang pendapatan lewat penjualan tiket," ulas Brandon Gray dari Box Office Mojo. "Sejak 2000, Desember secara konstan menjadi bulan terbaik bagi film."
Welcome
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 comments:
Posting Komentar